Implikasi diangkatnya kembali Kasus Century oleh KPK Jilid III

3 Januari 2012

“Konstelasi Peta Politik 2012 akan berdampak serius bagi Legitimasi Kekuasaan Yudhoyono “:

Banyak pihak memprediksi bahwa pimpinan KPK Jilid III yang baru saja terpilih merupakan hasil fakta kompromi partai politik untuk mencoba memberikan kesempatan dan ruang yang lebih terbuka bagi kepentingan dan positioning parpol agar konstelasi peta politik nasional berubah drastis. Titik awal tersebut akan terlihat di tahun 2012 ini. Sejumlah catatan penting terkait skenario tersebut adalah dengan mendorong posisi dan peran KPK yang dipimpin oleh Abraham Samad untuk membuka dan meningkatkan status hukum kasus Century yang hanya baru masuk ke tahap penyelidikan.

Dipilihnya Abraham Samad dan sejumlah nama yang sekarang ini memimpin KPK sejatinya menunjukkan bahwa ada pergerakan sistematis untuk menjadikan kasus Century sebagai pintu masuk strategis dalam rangka merubah konstelasi dan komposisi peta kekuatan partai politik jelang 2014. Baca entri selengkapnya »


Catatan AKhir Tahun 2011 (Ekonomi, Hukum dan Politik)

2 Januari 2012

CATATAN AKHIR TAHUN DI BIDANG EKONOMI DAN ENERGI

Ekonomi Indonesia di tahun 2011 diperkirakan masih tetap tumbuh cukup tinggi, sebesar 6,5 persen, meski dampak krisis ekonomi di Eropa mulai merasuki sejumlah sektor ekonomi terutama di bidang keuangan sejak September lalu.

Dampak krisis ekonomi Eropa terlihat dari banyaknya dana-dana investor asing pada portofolio keuangan yang keluar dari pasar saham, pasar uang dan pasar obligasi Pemerintah di Indonesia, sehingga mengakibatkan anjloknya indeks saham (IHSG), melemahnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya yield Surat Berharga Negara (SBN) Pemerintah.

Aliran dana asing yang keluar (capital outflows) terbesar terjadi pada September lalu, saat dana asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) berkurang sebanyak 1,587 milyar dolar AS, di SBN berkurang 3,3 milyar dolar AS dan di saham 698 juta dolar AS.

Total dana asing yang keluar pada September 5,59 milyar dolar AS, sementara pada Oktober jumlahnya berkurang menjadi 640 juta dolar AS dan pada November dana asing yang keluar 1,46 milyar dolar AS.

Meski dampak krisis mulai terasa di sektor keuangan, secara umum hal itu belum terlalu mempengaruhi pertumbuhan perekonomian Indonesia, yang diperkirakan akan tetap tumbuh sekitar 6,5 persen hingga akhir tahun, lebih baik dibanding tahun 2010 sebesar 6,1 persen.

Bank Indonesia bahkan berpandangan bahwa kinerja perekonomian Indonesia di tahun 2011 masih cukup kuat yang didukung stabilitas makro dan sistem keuangan yang tetap terjaga, dengan pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh permintaan domestik yang masih kuat dan kinerja ekspor yang masih terjaga.

Dari sisi produksi, sektor-sektor yang diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi adalah sektor industri, sektor transportasi dan komunikasi, serta sektor perdagangan, hotel dan restoran. Baca entri selengkapnya »


Skenario Duet Dahlan-Hatta 2014, Blunder Partai Demokrat?

2 Januari 2012

Beberapa waktu lalu, tepatnya dalam sarasehan partai demoktrat di Kemayoran 12 Desember 2011, Presiden Yudhoyono selaku ketua dewan pembina partai Demokrat mengemukakan, bahwa hingga kini partainya belum menentukan siapa figur yang akan diusung untuk 2014 mendatang. Bagi Yudhoyono menentukan siapa calon presiden di 2014 mendatang bukan saja harus melalui proses komunikasi panjang dengan ketua umum partai dan jajaran pengurus partai lainnya baik dipusat maupun didaerah. Namun yang jauh lebih penting adalah menjadi presiden perlu dukungan rakyat. Bukan sekedar kemauan politik partai. Nanti jika saatnya tiba partai Demokrat akan mengumumkan siapa calon presiden yang akan diusungnya. Baca entri selengkapnya »


Motivasi Jalinan Asmara Penyidik KPK dengan Pihak Berperkara : Catatan untuk Kasus Angelina Sondakh

15 Desember 2011

Pepatah Jawa mengatakan “tresno soko jalaran sokokulino”. Yang artinya cinta bersemi karena sering bertemu. Bagi kebanyakan orang, ungkapan tersebut adalah sebuah keniscayaan atau sebuah kelaziman, bahwa apapun situasi dan kondisinya, dimanapun ia berada, maka sebuah kisah asmara atau percintaan akan lahir, bersemi dan bersemayam di dasar hati dua insan manusia. Ketika rasa itu datang, ia tidak akan mengenal tempat, ruang dan waktu. Semua membatu dan menjadi peristiwa kultural dalam oase kalbu yang bergayut rindu dalam samudera waktu.

Itulah sebuah peristiwa asasi dalam fitrah manusia. Sebuah peristiwa ketika dua insan melakukan proses interaksi dan komunalisme personal. Ketika momentum dan pertautan jiwa menemukan ranahnya untuk menuai kisah integrasi dua perasaan yang saling menemukan pertaliannya.

Dalam keadaan itu, siapapun tak akan bisa melerai dan mengekang terjadinya kristalisasi dua perasaan yang memiliki kesamaan untuk menikmati dan memiliki dermaga hatinya. Tanpa terkecuali, siapapun tak bisa pula memiliki penilaian tentang maksud dan motivasi tersirat kedua insan yang sedang dimabuk kepayang tersebut akan orientasi hubungan yang dilakoninya. Orang lain barangkali hanya sanggup memberikan persepsi dan intepretasi subyektif.

Keunikan berseminya cinta itulah yang membuat peristiwa yang mendampingi atmosfir asmara tersebut menjadi layak untuk di cerna sebagai sebuah sketsa bagi orang lain untuk menilai, tanpa bisa menghakimi. Sebab yang tahu proses dan persemaian motivasi hubungan cinta itu adalah menjadi hak prerogatif dua insan yang menjalaninya.

Sekali lagi apapun peristiwa dan momentumnya. Persoalan cinta memang sulit untuk diintepretasikan. peristiwa apapun baik terduga maupun tak terduga. Ia menjadi hak si pelakon cinta. Termasuk peristiwa hukum dan politik. Ia bisa menjadi latar tumbuhnya aroma cinta itu.

Belum lama ini hembusan aroma cinta datang dari gedung KPK. Gedung yang “menakutkan” bagi para pelaku kourpsi. Ditengah hiruk pikuk skandal besar mega korupsi wisma Atlet yang bersinggungan dengan para tokoh elit partai politik yang diungkap oleh Nazarudin dan Mindo Rosalina Manulang, muncul nama Angelina Sondakh,  Andi Malarangeng, Anas Urbaningrum, Wafid Muharram, dan lain-lain yang diduga terkait masalah-masalah skandal korupsi Wisma Atlet dan Hambalang tersebut. Baca entri selengkapnya »


Bangsa yang Menyebalkan

15 Desember 2011

Sengaja judul tulisan diatas saya pinjam dari buku Pengamat Politik Eep Saefulloh Fattah yang berjudul Bangsa saya yang menyebalkan : catatan atas kekuasaan yang pongah”,  karena memang dalam konteks-konteks tertentu, judul tersebut barangkali masih relevan dan dapat pula mewakili kegelisahan – bahkan kemarahan kita dalam mencermati sikap dan perilaku kekuasaan yang secara etika dan moral, dalam perspektif sosial maupun politik kerap tidak bisa diterima dengan logika akal sehat. Baca entri selengkapnya »


Quo Vadis Hasil Reshuffle Kabinet KIB II

20 Oktober 2011

Setelah melalui jalan panjang berliku ditambah dengan segala melodrama romantika dan dinamikanya. Akhirnya reshuffle kabinet diumumkan oleh presiden Yudhoyono. ada 9 point esensi reshuffle kabinet yang harus diketahui publik berdasarkan hasil konsultasi presiden Yudhoyono dengan sejumlah pimpinan partai politik koalisi, Yaitu :

Pertama, Bahwa reshuffle kabinet di paruh waktu ini merupakan kabinet yang secara khusus bertugas menjalankan sisa pemerintahan Yudhoyono. Presiden berharap hasil reshuffle kabinet kali ini merupakan kabinet yang diupayakan tidak akan kembali berubah. Sebab gonta-ganti kabinet menurut SBY tidak akan efektif untuk memberikan kesempatan para menteri bekerja maksimal mengejar target program kementeriannya.

Kedua, Reshuffle kabinet kali ini juga difokuskan untuk lebih mengamankan postur perekonomian nasional dari segenap dinamika dan tantangannya. Baik tantangan domestik maupun tantangan global terkait upaya bangsa Indonesia mengantasipasi dampak krisis ekonomi dunia yang bisa saja berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia.

Ketiga, Reshuffle kabinet kali ini juga diupayakan untuk meningkatkan sinergi, koordinasi dan integrasi antar kementerian untuk program-program yang mengait pada kerjasama antar kementerian yang satu dengan kementerian yang lain. Pernyataan Yudhoyono tersebut dikaitkan dengan hasil evaluasi dan hasil konsultasi dengan pimpinan parpol. Bahwa selama ini terdapat adanya beberapa kecenderungan sikap, komitment dan visi para menteri kerap berbeda dan berseberangan dengan menteri lainnya. Kondisi tersebut tentu saja tidak baik dan menimbulkan iklim yang kurang kondusif bagi kinerja secara keseluruhan kementerian dalam kabinet SBY. Diharapkan, pergantian para menteri di paruh waktu ini mampu menjawab kondisi tersebut dan kedepan kerjasama dan sinergi kinerja antar kementerian akan menjadi lebih konstruktif lagi. Baca entri selengkapnya »


Kerusuhan Ambon : Gagalnya Terapi Sosial Pemerintah

13 September 2011

Peristiwa Kelam kembali terjadi lagi di Ambon pada hari Minggu (11/9). Dipicu oleh meninggalnya seorang tukang ojek yang di duga kabarnya meninggal akibat penganiayaan, sekejab mata kelompok masyarakat mengamuk membakar kendaraan dan gedung-gedung disekitarnya. Dalam sekejab pula perang antar kelompok kembali terjadi, mencekam dan sangat menakutkan.

Begitu cepatnya eskalasi konflik tersebut jelas sangat memprihatinkan kita semua. Keprihatinan itu bukan saja karena persoalan trauma psikologi masyarakat  Ambon akibat mimpi buruk perisistiwa kelabu yang pernah terjadi 1999 hingga 2002 lalu yang menewaskan ribuan orang dari dua kelompok.

Namun keprihatinan lainnya yang bisa kita saksikan adalah ternyata begitu rentan dan rapuhnya komunalisme sosial masyarakat kita karena mudahnya di agitasi dan di provokasi. Apalagi agitasi dan provokasi itu meminjam term agama, suku ras dan seterusnya. Maka jadilah upaya mendestrukturisasi tatanan sosial itu semakin efektif. Baca entri selengkapnya »


Menimbang Sri Mulyani

5 Agustus 2011

Sri Mulyani Indrawati (SMI), Managing Director World Bank dan mantan menteri keuangan RI belum lama ini digadang – dicalonkan sebagai salah satu Presiden RI 2014 mendatang oleh partai penyokongya yakni partai Serikat rakyat Independen. Partai politik yang baru saja mendaftarkan dirinya ke Departemen Hukum & HAM sebagai salah satu peserta konstentan pemilu mendatang.

Tentu dalam era demokrasi sekarang ini, siapapun Presiden RI mendatang, sah-sah aja di calonkan oleh kelompok masyarakat sepanjang tokoh tersebut memang layak dan memenuhi kualifikasi syarat sebagai Presiden RI.

Terkait dengan pencalonan Sri Mulyani Indrawati (SMI) yang sejak awal di sokong oleh Partai Serikat Rakyat Independen, maka pencalonan tersebut menarik untuk dicermati. Mungkinkah hal ini merupakan bagian dari strategi parpol untuk menimbang secara obyektif pasar pemilih, sekaligus mendidik rakyat untuk sedari awal kritis terhadap calon pemimpinnya. Dengan demikian tingkat kelayakan pemimpin dimata publik benar-benar sudah teruji. Rakyatpun memiliki rentang waktu yang cukup panjang dan memadai untuk menakar, menilai, meneliti sekaligus mampu mengevaluasi tentang siapa tokoh yang benar-benar layak untuk dijadikan pemimpin masa depannya.

Dalam konteks itu, saya fikir pencalonan SMI yang jauh hari sudah di publikasi dan ditawarkan kepada publik oleh Partai Serikat Independen menunjukkan sejatinya sebuah terobosan politik yang cukup positif sekaligus cara baru parpol memasarkan produk tokoh pemimpinnya, ketimbang menjustifikasi ketidakpercayaan diri  tokoh yang dimiliki parpol lain dengan cara berlindung pada azas ketidak elokan menentukan pemimpin masa depan dari sekarang karena pemilu masih lama. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.