Beranda » ARTIKEL » Jadilah Pribadi Yang Asertif

Jadilah Pribadi Yang Asertif

 Oleh : Heri Kuswara

  “Setiap dari kita memiliki hak untuk menjadi dan mengekspresikan diri sendiri, serta merasa nyaman ketika melakukannya, selama kita tidak melukai perasaan orang lain dalam prosesnya. Mempromosikan kesetaraan dalam hubungan manusia, yang memungkinkan kita untuk bertindak menurut kepentingan kita sendiri, untuk membela diri sendiri tanpa kecemasan yang tidak semestinya, untuk mengekspresikan perasaan dengan jujur dan nyaman, untuk menerapkan hak-hak pribadi kita tanpa menyangkali hak-hak orang lain”. (Robert Alberti & Micheal Emmons dalam bukunya Your Perfect Right) 

Istilah Asertif dewasa ini sangat populer “mengiang” ditelinga kita, terlebih-lebih istilah itu sering digunakan sebagai materi Assertiveveness and social Skills training bagi para karyawan perusahaan untuk meningkatkan profesionalisme kerja.  Banyak Pakar memberikan definisi yang berbeda tapi sama (satu makna) tentang  asertif, penulis simpulkan bahwa asertif adalah sikap positif bukan sikap negatif, asertif bukan agresif yang selalu  merugikan orang lain, asertif bukan perilaku permisif/pasif yang selalu merugikan diri sendiri, bahkan menurut penelitian di Amerika, dikatakan bahwa perilaku agresif dan permisif/pasif adalah animal behavior sedangkan asertif adalah human behavior.  Jelaslah bahwa dengan Bersikap Asertif, kita akan mampu mempertahankan kredibiltas dan eksistensi diri sebagai pribadi yang berguna bagi lingkungannya.

Ciri-Ciri Asertif dan Sikap Assertivitas
 
Fensterheim dan Baer, (1980) berpendapat sesorang dikatakan mempunyai sikap asertif apabila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
 
1.       Bebas mengemukakan pikiran dan pendapat, baik melalui kata-kata maupun tindakan. 
2.       Dapat berkomunikasi secara langsung dan terbuka. 
3.       Mampu memulai, melanjutkan dan mengakhiri suatu pembicaraan dengan baik. 
4.       Mampu menolak dan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pendapat orang lain, tanpa menyinggungnya.
5.       Mampu mengajukan permintaan dan bantuan kepada orang lain ketika membutuhkan.
6.       Mampu menyatakan perasaan, baik yang menyenangkan maupun yang tidak  menyenangkan 
7.       Memiliki sikap dan pandangan yang aktif terhadap kehidupan. 
8.       Menerima keterbatasan yang ada di dalam dirinya dengan tetap berusaha untuk memperbaikinya.
 
Kedelepan pandangan Fensterheim dan Baer (1980) tentang ciri-ciri individu asertif ini menjadi sebuah penegasan dalam memposisikan kita (secara individu) sebagai manusia merdeka yang mempunyai hak, kewajiban dan martabat yang sama dengan yang lainnya dalam menentukan sikap,  bersuara/berpendapat, mengekspresikan dan mengapresiasikan bakat, minat dan kemampuan. Selain itu, seseorang yang asertif  dengan ikhlas dapat  menerima  dengan lapang dada berbagai kritikan dan saran yang dapat meningkatkan kualitas diri atas berbagai kekurangan dan  kesalahan yang pernah/sedang dilakukan tanpa memandang siapa ??? (orang tua/senior/yunior/atasan/bawahan) yang menggugah kita untuk segera terbangun dari keterpurukan. 

Formula Membangun AssertivitasSetidaknya ada  Formula 3A sebagai sebuah pendekatan yang dapat dilakukan dalam mewujudkan sikap Assertivitas diri, yang terangkai dalam tiga kata yaitu Appreciation, Acceptance, Accommodating:1.       Appreciation. Dengan cepat dan tanggap memberikan penghargaan dan rasa hormat  terhadap kehadiran orang lain tanpa  menunggu mereka untuk lebih dahulu memperhatikan, menghormati dan menghargai kita.2.       Acceptance adalah perasaan mau menerima, memberikan arti sangat positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang, yaitu menjadi pribadi yang terbuka dan dapat menerima orang lain sebagaimana keberadaan diri mereka masing-masing. 3.       Accomodating. Menunjukkan sikap ramah kepada semua orang, tanpa terkecuali, merupakan perilaku yang sangat positif. Keramahan senantiasa memberikan kesan positif dan menyenangkan kepada semua orang yang kita jumpai. Keramahan membuat hati kita senantiasa terbuka, yang dapat mengarahkan kita untuk bersikap akomodatif terhadap situasi dan kondisi yang kita hadapi, tanpa meninggalkan kepribadian kita sendiriFormula diatas dapat dijadikan sebagai pedoman dalam  membina hubungan baik  dengan banyak orang, dengan asumsi bahwa orang lain pun mempunyai hak dan kesempatan yang sama seperti kita. Oleh karena itu, kita dapat mengemukakan hak pribadi, namun janganlah kita melupakan untuk memperhatikan hak orang lain pula.Bersikap Asertif di Institusi KerjaBanyak dari kita ragu-ragu, takut, bahkan resisten terhadap  sikap Asertif ditempat kerja, mereka berpendapat sikap tersebut akan mendapatkan balasan, perlawanan, teguran, peringatan dan banyak lagi  resistensi-resistensi negatif lain yang terus menghantui pikiran kita untuk tidak bersikap asertif dikarenakan  dapat mengancam keberlangsungan (posisi)  kerja kita. Namun yakin dan percayalah bahwa Asertif bukanlah perilaku agresif,  pasif, submisif atau destruktif. Asertif dalam istilah saya adalah sikap ”Aktif, Reformatif, Objektif,  Gentlman, Attractive, Normatif, Selektif dan Inovatif  yang dimiliki setiap karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya mengemban amanah institusi kerja. Diakui memang tidak mudah dalam mengimplementasikan sikap asertif ini, siapapun dan dimanapun situasi dan kondisi kerjanya menuntut kita untuk mempunyai semangat, motivasi dan keberanian dalam mengekspresikan dan mengapresiasikan ide, konsep dan gagasan baik  yang berkenaan dengan hak dan kewajiban individu maupun hak dan kewajiban sebagai karyawan pada institusi kerja. Jadi garis bawahilah bahwa Sikap Asertif adalah sikap/energi positif yang dapat membangun keharmonisan komunitas kerja dan meningkatkan keberlanjutan organisasi kerja.Banyak contoh sikap asertif yang  sederhana, mudah dan tak beresiko namun dapat bermanfaat bagi kita dan organisasi, misalnya :v      Bekerjalah dengan semestinya bukan dengan apa adanyav      Kerjakan Sekarang !!!!!!! bukan nanti (Multi Tasking bukan Single Tasking)v      Tingkatkan kemampuan dalam mengkomunikasian berbagai halv      Tingkatkan Keterampilan dan keahlian  dalam Menangani sebuah pekerjaanv      Yakinkan…anda mampu memperbaiki kesalahan dan kekurangan yang ada v      Bersabarlah dalam berbagai hal, penuh pertimbangan jangan terburu-buruv      Perbanyak Komunikasi Kondusif dengan siapa saja tanpa pandang bulu Contoh sederhana sikap asertif diatas, secara perlahan tapi pasti akan menempatkan anda pada situasi dan kondisi yang sangat menyenangkan, mempunyai rasa aman, nyaman, dihormati dan dihargai bukan karena jabatan dan kekuasaan yang anda miliki saat ini tapi lebih kepada karena sikap positif (perangai baik) yang  anda lakukan  terhadap komunitas kerja dan institusi kerja.  Sekaranglah waktunya kita menunjukan sikap asertif ini, tak ada teori yang menyebutkan  ada konsekuensi logis yang dapat merugikan sikap ini. *BSI Career Center Daftar Bacaan :

  1. Your Perfect Right (Hidup Lebih Bahagia dengan Mengungkapkan Hak) Oleh Robert Alberti dan Micheal Emmons, Elex Media Komputindo, 2002 Jakarta
  2. Memilih Asertif, Bukan Agresif Oleh : DR AB SUSANTO, Pada Situs www.jakartaconsulting.Com, (Februari 11 2008)
  3. Asertif 2 Oleh: Yamin Setiawan Pada Situs www.indonesia.heartnsouls.com, (Februari 11 2008)
  4. Berkomunikasi Dengan Cara Asertif Oleh : A Ambarini  www.kabarindonesia.com, (Februari 11 2008)

   

About these ads

3 Komentar

  1. ely mengatakan:

    aslm..maw tanya buku refrensi yang di pakai apa? thx

    • andi trinanda mengatakan:

      Wa’alaikum salam Wr.wb. referensinya banyak. salah satunya anda bisa baca di buku : Pengembangan Kepribadian karangan Inge Hutagalung.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.834 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.834 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: