2012 diprediksi sebagai tahun konsolidasi politik awal bagi para elit politik dan partai politik hingga mencapai titik kulminasinya di tahun 2014 mendatang. Sebagai sebuah konsolidasi politik awal, tentu iklim politik dengan tingkat dinamika politik yang tinggi akan kerap menghiasi perjalanan hari-hari pemerintahan Yudhoyono. Dalam konteks itulah, wajar apabila Yudhoyono khawatir dinamika politik dalam demokrasi Indonesia kedepan akan berimplikasi kepada timbulnya kegaduhan politik yang berdampak pada terjadinya distabilitas diberbagai sektor.
Tingginya dinamika politik ditahun 2012 ini, diprediksi cenderung dipengaruhi oleh sejumlah ekspektasi partai politik dan berbagai instrumen atau UU sistem politik yang mewarnai dan mempengaruhi quo vadis parpol dalam mendulang suara di pemilu 2014 – termasuk berbagai kasus-kasus hukum dan korupsi yang juga akan diprediksi akan dijadikan angle kelompok elit untuk masuk kedalam ruang yang lebih produktif melegitimasi eksistensi. Baik eksistensi partai politik, maupun eksistensi politisi untuk berkiprah di panggung politik formal di Senayan melalui pemilu legislatif maupun pilpres di 2014 mendatang. Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh andi trinanda 
Beberapa waktu lalu, tepatnya dalam sarasehan partai demoktrat di Kemayoran 12 Desember 2011, Presiden Yudhoyono selaku ketua dewan pembina partai Demokrat mengemukakan, bahwa hingga kini partainya belum menentukan siapa figur yang akan diusung untuk 2014 mendatang. Bagi Yudhoyono menentukan siapa calon presiden di 2014 mendatang bukan saja harus melalui proses komunikasi panjang dengan ketua umum partai dan jajaran pengurus partai lainnya baik dipusat maupun didaerah. Namun yang jauh lebih penting adalah menjadi presiden perlu dukungan rakyat. Bukan sekedar kemauan politik partai. Nanti jika saatnya tiba partai Demokrat akan mengumumkan siapa calon presiden yang akan diusungnya. 




















