Situasi Politik di Tahun 2012: Kegaduhan Politik yang Tak Terelakkan

30 Januari 2012

2012 diprediksi sebagai tahun konsolidasi politik awal bagi para elit politik dan partai politik hingga mencapai titik kulminasinya di tahun 2014 mendatang. Sebagai sebuah konsolidasi politik awal, tentu iklim politik dengan tingkat dinamika politik yang tinggi akan kerap menghiasi perjalanan hari-hari pemerintahan Yudhoyono. Dalam konteks itulah, wajar apabila Yudhoyono khawatir dinamika politik dalam demokrasi Indonesia kedepan akan berimplikasi kepada timbulnya kegaduhan politik yang berdampak pada terjadinya distabilitas diberbagai sektor.

Tingginya dinamika politik ditahun 2012 ini, diprediksi cenderung dipengaruhi oleh sejumlah ekspektasi partai politik dan berbagai instrumen atau UU sistem politik yang mewarnai dan mempengaruhi quo vadis parpol dalam mendulang suara di pemilu 2014 – termasuk berbagai kasus-kasus hukum dan korupsi yang juga akan diprediksi akan dijadikan angle kelompok elit untuk masuk kedalam ruang yang lebih produktif melegitimasi eksistensi. Baik eksistensi partai politik, maupun eksistensi politisi untuk berkiprah di panggung politik formal di Senayan melalui pemilu legislatif maupun pilpres di 2014 mendatang. Baca entri selengkapnya »


Menimbang Nasib Anas

30 Januari 2012

Pasca kelanjutan kasus korupsi Wisma Atlet yang melibatkan terdakwa Muhammad Nazarudin, akhirnya benar-benar berimbas kepada nasib partai Demokrat dan terutama sejumlah kadernya yang di duga terlibat, seperti Angelina Sondakh, Mirwan Amir, Andi Malarangeng dan tentu saja sang ketua Umum Anas Urbaningrum mulai terkuak di pengadilan tipikor. Terutama ketika saksi kunci, yakni Yuliani, wakil direktur keuangan Permai Group, milik M. Nazarudin dan Anas Urbaningrum mengungkap sejumlah keterlibatan tokoh-tokoh penting partai demokrat tersebut terkait sejumlah aliran dana, atau yang disebut oleh Yuliani sebagai fee atas proyek wisma Atlet dan Hambalang. Baca entri selengkapnya »


Implikasi Pembatasan BBM Bersubsidi

30 Januari 2012

Pemerintah berencana akan menerapkan kebijakan pembatasan BBM subsisi yang dimulai pada 1 April 2012 mendatang.  Kebijakan tersebut dilakukan agar anggaran subsidi (BBM) tidak terus membengkak seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurut pemerintah, kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, merupakan amanah UU APBN 2012 yang wajib dijalankan. Pembatasan BBM bersubsidi tersebut harus dilakukan mengingat pertumbuhan ekonomi yang tinggi diyakini akan membutuhkan energi yang besar.

Menurut pemerintah, pembatasan BBM bersubsisi tersebut akan berfokus pada dua hal, yakni pembatasan penggunaan Premium untuk kendaraan pribadi dan konversi bahan bakar minyak ke gas.

Khusus untuk konversi, pemerintah akan membagikan alat konversi secara gratis kepada angkutan umum. Sedangkan untuk kendaraan pribadi, pemerintah menyiapkan insentif untuk pembelian alat konversi. misalnya berupa bunga rendah. Pembatasan penggunaan Premium akan diberlakukan secara bertahap. Yakni Pada 1 April dan kemungkinan akan dilakukan untuk Jabodetabek terlebih dahulu.

Terkait dengan kebijakan tersebut, pemerintah akan melarang pengguna mobil pribadi di Jawa dan Bali menggunakan premium. Sebagai gantinya, pengguna premium harus membeli Pertamax. Alternatif lain adalah menggunakan bahan bakar gas dengan terlebih dulu memasangi mobil dengan converter kit yang harga per unitnya di atas Rp 10 juta.

Larangan penggunaan premium untuk kendaraan roda empat berpelat hitam juga diberlakukan di Pulau Sumatera dan Kalimantan mulai 2013. Sementara pelaksanaan di Pulau Sulawesi dan wilayah Papua masing-masing akan dilakukan pada Januari dan Juli 2014.  Larangan penggunaan solar bagi mobil pribadi di Jawa dan Bali, baru akan dimulai pertengahan 2013. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.