ANDI TRINANDA

Beranda » PENDIDIKAN » MEMBANGUN PARADIGMA PERAN DOSEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN (Catatan Untuk Dosen BSI)

MEMBANGUN PARADIGMA PERAN DOSEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN (Catatan Untuk Dosen BSI)

 

 

Pendidikan di era kekinian memang sudah seharusnya menuntut otentitas disegala bidang dengan mengedepankan paradigma manajemen pendidikan yang modern dan profesional. Oleh karenanya lembaga-lembaga pendidikan terutama pendidikan tinggi diharapkan mampu mewujudkan peranannya secara efektif dengan keunggulan dalam kepemimpinan, staf, proses belajar mengajar, pengembangan staf, kurikulum, tujuan dan harapan, iklim akademis, penilaian diri, komunikasi, dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari mekanisme kontrol terhadap eksistensi pendidikan itu sendiri. Sebab tantangan lembaga pendidikan di era global sekarang ini memang sangat berat. Bukan cuma dituntut untuk bertanggung jawab memproduksi sumber daya manusia dengan kompetensi teknis, namun juga lembaga pendidikan, terutama pendidikan tinggi dituntut untuk melahirkan sumber daya manusia yang memang memiliki paradigma pendidikan nilai sebagai tatanan normatif untuk menjadikan agar profesi yang akan digeluti oleh sumber daya manusia sebagai output lembaga pendidikan tinggi tersebut dibayangi oleh nilai-nilai etis dan moral sebagai standard etika profesi mereka di kemudian hari. Itulah tantangan realistis dan mendesak yang harus dilakukan oleh lembaga pendidikan terutama pendidikan tinggi dalam menelaah dan melakukan orientasi terhadap sistem pendidikannya. Dan salah satu pilar terdepan untuk mengarahkan sasaran sistem pendidikan yang dibangun oleh lembaga pendidikan tersebut adalah peran tenaga pengajar yang secara langsung membentuk karakter kepribadian dan kompetensi mahasiswa. Oleh karenanya sudah saatnya lembaga pendidikan memiliki tingkat selektifitas yang tinggi terhadap kualitas tenaga pengajar, untuk menjaga agar realibility sistem pendidikan terjaga dengan baik. Oleh karenanya lembaga pendidikan harus mampu menemukan dan menjaga sosok performance tenaga pengajar yang ditandai dengan keunggulan dalam nasionalisme dan jiwa mendidik yang tinggi, memiliki keimanan dan ketakwaan, penguasaan iptek, etos kerja dan disiplin sebagai tenaga pengajar dengan mengedepankan kualitas belajar dan kualitas evaluasi belajar, profesionalisme, kerjasama dan belajar dengan berbagai disiplin, serta memiliki wawasan masa depan yang tentu dibarengi dengan perspektif  adanya kepastian karir dan kesejahteraan. Itu semua dilakukan agar lembaga pendidikan diyakni dan dipercaya oleh masyarakat mempunyai peranan yang amat strategis untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki keberdayaan dan kecerdasan emosional yang tinggi dan menguasai megaskills yang mantap. Untuk itu maka setiap waktu dan setiap saat secara dinamis lembaga pendidikan dalam berbagai jenis dan jenjang secara demokratis dan partisipatif berdasarkan kontribusi peran tenaga pengajar senantiasa memerlukan pencerahan dan pemberdayaan dalam berbagai aspeknya.

 

Pemberdayaan dan pencerahan terhadap kualitas mutu pendidikan di lembaga pendidikan, tentu harus dimulai dengan adanya suatu stigma berfikir sebagai landasan logis bagi tenaga pengajar untuk dapat memberikan kontribusinya kepada lembaga pendidikan. Paradigma tenaga pengajar (dosen) itu harus dimulai dengan melakukan orientasi pendidikan, yaitu : pertama, dari belajar terminal ke belajar sepanjang hayat. Kedua, dari belajar berfokus penguasaan pengetahuan ke belajar holistik, Ketiga, merubah citra hubungan dosen – mahasiswa yang bersifat konfrontatif ke citra hubungan kemitraan, Keempat merubah orientasi dari pengajar yang menekankan pengetahuan skolastik (akademik) ke penekanan keseimbangan fokus pendidikan nilai, Kelima merubah orientasi dari pola konvensional menuju pola pendekatan teknologi informasi dan budaya. Dan keenam,  dari penampilan tenaga pengajar (dosen) yang terisolasi ke penampilan dalam tim kerja (partnershif kepada institusi/ bukan subordinatif dengan institusi pendidikan),

 

Dengan paradigma tenaga pengajar tersebut diatas diharapkan nantinya lembaga pendidikan dapat menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan yang bersifat kompetitif yang berimplikasi kepada munculnya comparatif advantage terhadap suatu eksistensi lembaga pendidikan di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai konsekwensinya, maka lembaga atau institusi pendidikan haruslah menyediakan dan menyelenggarakan suatu mekanisme pengelolaan sumber daya dosen yang lebih selektif. Mekanisme pengelolaan sumber daya dosen (tenaga pengajar) tersebut dapat dilihat dalam konteks pertama, bagaimana sistem perekrutan (recruitment) tenaga pengajar. Kedua. bagaimana membentuk pola persepsi antara kualitas kognitif tenaga pengajar dengan kemampuan beradaptasi pengajar pada kultur dan sistem akademis yang diterapkan lembaga. Sebab banyak kasus terjadi, institusi pendidikan memiliki sumber daya dosen yang baik, namun dosen tersebut tidak cukup baik untuk “tunduk” pada sistem dan aturan yang sudah di tetapkan secara baku oleh institusi pendidikan. Hal tersebut kebanyakan di justifikasi bahwa seorang dosen (tenaga pengajar) memiliki independesinya dalam memberikan proses pendidikan dan pengajarannya kepada mahasiswa. Oleh karenanya maka di harapkan dalam proses pengelolaan sumber daya dosen dalam suatu institusi pendidikan, kesepahaman persepsi tentang idealisme yang merujuk kepada budaya institusional haruslah senantiasa dipupuk dan terus dilestarikan oleh institusi pendidikan dalam medium komunikasi di segala kesempatan. Distorsi komunikasilah yang menyebabkan terjadinya prasangka dan asumsi yang keliru terhadap orientasi pengelolaan sumber daya mahasiswa. Ketiga, bagaimana mekanisme kontrol yang diterapkan oleh institusi pendidikan terhadap proses kegiatan belajar – mengajar yang dilaksanakan oleh para dosen. Untuk mengukur sejauhmana konsepsi pendidikan dan pengajaran berjalan efektif, maka eksistensi dosen dalam institusi pendidikan juga mesti di awasi untuk memberikan keyakninan tentang bagaimana kinerja dan produktivitas dosen tersebut Keempat, bagaimana penghargaan (reward) yang diberikan oleh institusi pendidikan terhadap para tanaga pengajar yang telah memberikan konstruksi positif bagi eksistensi institusi lembaga pendidikan itu sendiri.

 

 



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: