ANDI TRINANDA

Beranda » PENDIDIKAN » URGENSI MODEL PENDIDIKAN KOLABORATIF DI BSI

URGENSI MODEL PENDIDIKAN KOLABORATIF DI BSI

 

Sudah sama-sama diketahui bahwa problem mendasar pendidikan di Indonesia pasca otonomi kampus dan globalisasi di berbagai sektor adalah masih tidak adaptifnya dunia pendidikan dengan realitas pasar kerja. Dan tidak sinergisnya serta tidak siapnya pemahaman sebagian peserta didik dan lembaga pendidikan tentang reorientasi proses pembelajaran yang ditujukan dari mencari kerja menuju penciptaan lapangan pekerjaan melalui proses aktualisasi dan konsepsi kurikulum yang menjadi standard baku nilai kompetensi peserta didik. Implikasi dari kondisi tersebut diatas pada akhirnya melahirkan ouput hasil pendidikan berupa kecenderungan-kecenderungan realitas: Pertama, ketidaksiapan sebagian besar lulusan untuk memasuki dunia kerja. Kedua, rendahnya kualitas lulusan. Ketiga, proses pembelajaran di lembaga pendidikan yang masih belum berorientasi pada kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan, Keempat, Substansi bidang studi belum menapak pada kebutuhan empirik sehingga menimbulkan penguasaan yang verbalistik.

 

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan, sebagaimana telah dikemukakan oleh banyak pakar pendidikan di Indonesia. Namun dari berbagai pandangan para pakar tentang strategi pencapaian hasil maksimal bagi para lulusan perguruan tinggi, maka model pendidikan kolaboratif menjadi suatu pilihan yang paling praktis dan realistis ditengah kecenderungan tingkat kelabilan konsepsi kurikulum yang dibangun, baik oleh pmerintah maupun oleh institusi lembaga pendidikan. Model pendidikan kolaboratif merupakan salah satu upaya strategis dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif. Model ini dilakukan dengan mengoptimalkan kemitraan lembaga pendidikan dengan dunia bisnis dan industri maupun masyarakat pengguna lainnya (users) secara lebih luas. Dengan demikian, diharapkan lulusan lembaga pendidikan tersebut selain siap kerja juga siap menciptakan lapangan kerja bagi dirinya dan orang lain.

 

Konteks dan Implementasi di Bina Sarana Informatika (Catatan dan Rekomendasi).

 

Bina Sarana Informatika sebenarnya secara institusional melalui penerapan kurikulum dan progress kinerja BSI Carrer, telah mengadaptasi kondisi realitas kualitas dan kuantitas lulusan dengan kesempatan bekerja di berbagai instansi dan perusahaan yang diakomodir oleh BSI Carrer Center melalui program-program bilateral yang selama ini sudah dijalin. Penerapan kurikulum selama ini dilakukan melalui program-program riset atau magang di semester 5 (lima) yaitu Kuliah Kerja Praktek. Selama ini para mahasiswa sebelum membuat tugas akhir, mereka diberikan kesempatan untuk melakukan proses adaptasi dan memahami dunia kerja di perusahaan-perusahaan atau instansi yang kemudian melaporkan hasil magang tersebut sebagai salah satu syarat nantinya agar mahasiswa bisa menyusun ugas akhir di semester 6 (enam). Konsep penerapan model kurikulum tersebut tentu sangat positif dan sudah selayaknya perlu dipertahankan. Namun kedepan sebagai bahan evaluasi dan untuk meningkatkan kualitas hubungan sinergis dan kolaboratif dengan berbagai instansi dan perusahaan. Maka lembaga seharusnya perlu lebih mendorong lagi model kolaboratif melalui pola kemitraan yang lebih aktif dengan upaya-upaya sebagai berikut :

 

Pertama,  mengoptimalkan peluang magang secara lebih terarah sesuai tujuan instruksional dengan terlebih dahulu lembaga membangun pola kemitraan terhadap dunia usaha untuk di bangun kesepahaman tentang pola magang dan proses penilaian yang lebih obyektif terhadap kualitas pengetahuan dan kinerja mahasiswa ditempat kerja. Sebab selama ini kecenderungannya adalah mahasiswa sangat dibebabaskan untuk mencari sendiri lembaga atau instansi tempat mereka magang, tanpa dibekali oleh suatu konsepsi tentang kriteria, batasan, standarisasi akademis dan sebagainya yang sebenarnya pola-pola seperti ini sudah dilakukan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan. Maka alangkah baiknya lembaga mengadaptasi lagi pola kolaborasi seperti yang selama ini dibangun dan dilestarikan oleh lembaga pendidikan setingkat SMK. Agar mahasiswa kita lebih merasa “pergi diantar-pulang dijemput dan aktivitas magang di kontrol (diapresiasi secara akademis) oleh lembaga karena sudahada komunikasi intensif dengan lembaga-lembaga mitra.

 

Kedua,  Memfokuskan kunjungan (observasi) lapangan pada tema masalah atau bidang kajian mahasiswa, tanpa mengganggu kerahasiaan perusahaan; dengan komunikasi antara lembaga dengan pihak instansi atau perusahaan tentang obyek observasi, maka berbagai aspek yang selama ini menghambat dan menjadi distorsi dalam substansi Kuliah Kerja Praktek akan tereliminasi dengan sendirinya. Karena dengan komitment kedua belah pihak, justru kegiatan magang akan menjadi kegiatan saling menguntungkan.


Ketiga,  Meningkatkan frekwensi dan mutu dosen tamu yang didatangkan dari lembaga pendidikan lain maupun dari kalangan praktisi dalam bidang yang relevan.
Faktor yang ketiga ini dalam model pendidikan kolaboratif amat penting untuk mendorong keselarasan konsepsi pendidikan link & mach. Hal ini menjadi sesuatu yang urgen mengingat pendidikan jenjang diploma tiga adalah program pendidikan politeknik yang berorientasi pada pemahaman praktis tentang segi-segi kemampuan dan pengetahuan mahasiswa di dunia kerja. Maka mendatangkan para pakar yang memang seorang praktisi dan ekspert dibidangnya, menjadi salah satu kunci sukses lembaga mengantarkan dan mendampingi mahasiswa untuk memahami paradigma obyektif dunia kerja. Pola ini perlu dikembangkan dengan meredefinisi kembali esensi seminar rutin yang diselenggarakan oleh jurusan, dan program-program yang selama ini dikembangkan oleh BSI Carrer Center.


Keempat, Menjalin kerjasama penelitian yang melibatkan dosen dan mahasiswa dalam rangka membantu menemukan solusi atas permasalahan strategik yang dihadapi lembaga dan perusahaan sekaligus.
Barangkali memang ini memerlukan proses, namun orientasi jangka panjang dengan terus memaksimalkan lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat yang dimiliki oleh Bina Sarana Informatika merupakan salah satu jalan elementer yang efektif untuk mengakomadisikan masalah ini.


Kelima, Mengoptimalkan peluang penelitian bagi mahasiswa dalam rangka penyelesaian studinya; Faktor yang kelima ini memang perlu dan selalu harus terus menjadi progress para dosen dan semua pihak yang terlibat. Sebab adalah korelatif antara kualitas hasil studi mahasiswa dengan kompetensi mahasiswa itu sendiri. Maka melalui aturan main tentang proses bimbingan dan pengujian hasil tugas akhir menjadi salah satu prasyarat kearah itu termasuk di dalamnya kita semua mampu mngeliminasi kecenderungan plagiatisme mahasiswa kita dalam menyusun tugas akhirnya.
Faktor ini menjadi penting untuk diketahui pula oleh instansi maupun perusahaan yang akan menampung an menyalurkan para lulusan BSI bekerja di tempat mereka.

Keenam, Membuat terobosan baru melalui kolaborasi dosen dengan perusahaan untuk melakukan eksperimen bersama dalam rangka menemukan alternatif baru yang akan dikembangkan perusahaan untuk memenangkan persaingan bisnis. Semoga tercapai dengan sendirinya apabila dosen di Bina Sarana Informatika memang bisa dan kompeten untuk memberikan kontribusi ke rah itu. Dalam konteks itulah maka sejatinya political will dan awarness semua pihak termasuk dalam hal ini pihak Yayasan, segenap para pimpinan dan para dosen untuk saling berkolaborasi, memiliki apresiasi yang sama tentang orientasi bekerja dan mengabdi di dunia pendidikan,

 

Epilog

Pada ghalibnya, model pendidikan kolaboratif ini akan menjadi program strategis jangka panjang manakala kita semua sekali lagi memiliki paradigma akademis yang sama untuk menelaah sekaligus menganalisis berbagai kecenderungan dan peluang termasuk didalamnya problem-problem mendasar yang dihadapi oleh peserta didik kita. Sebab tanggung jawab yang paling besar bagi profesi kita adalah bagaimana menghantarkan mereka (para lulusan BSI) dapat berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: