ANDI TRINANDA

Beranda » ARTIKEL » MEMBANGUN DAN MENUMBUHKAN MOTIVASI

MEMBANGUN DAN MENUMBUHKAN MOTIVASI

Meraih posisi puncak atau memperoleh sesuatu yang sangat diinginkan tentu bukanlah hal mudah. Dibutuhkan motivasi dan kemauan yang kuat untuk selalu bangkit setiap kali terjatuh. Tapi, bagaimana menumbuhkan motivasi ?

Andai saja Walt Disney tidak dipecat oleh seorang editor surat kabar karena dianggap kekurangan ide dan beberapa kali jatuh bangkrut, mungkin tak ada wahana permainan canggih Disneyland yang luar biasa. Begitu juga jika Henry Ford tak jatuh bangkrut berkali-kali, ia mungkin tak akan meraih sukses di bisnis otomotif.

Kisah sukses para tokoh bisnis terkemuka memang kaya warna. Mereka berhasil membangun kerajaan bisnisnya karena dilandasi motivasi yang tinggi. Kegagalan dan kekurangan justru mereka jadikan pelajaran untuk meraih sukses. Winston Churcill pernah tidak naik kelas dan baru menjadi Perdana Menteri Inggris pada umur 62 tahun setelah banyak mengalami kegagalan dalam hidupnya. Thomas Alfa Edison sering direndahkan oleh gurunya karena dianggap terlalu bodoh untuk mempelajari apa pun.

Apa yang Anda lakukan jika Anda seorang pemalu dan (maaf) gagap, lalu ditawari pekerjaan sebagai resepsionis ? Banyak diantara Anda yang mungkin akan menganggap pekerjaan itu tidak sesuai karena seorang resepsionis mesti memiliki rasa percaya diri yang tinggi serta bisa berkomunikasi secara lancar. Tapi bagi Ida Kuraeny yang mengalami hambatan seperti itu, peluang tersebut justru dijadikan kesempatan.

Dengan kemauan yang keras untuk mengalahkan kelemahan dirinya itu, perlahan-lahan Ida bisa mengubah kekurangan tadi menjadi energi yang sangat besar untuk meraih mimpinya sebagai seorang professional sukses. Pekerjaan resepsionis di sebuah perusahaan di Jakarta, ia jadikan sebagai sarana menempa diri sekaligus menjalin relasi.

Kini Ida adalah Ratu Asuransi Indonesia. Dengan bekal pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan plus beberapa pelatihan dan program ekstensi, Ida yang meniti karir di Sequise Life, berhasil mewujudkan mimpinya. Sejak tahun 1997 hingga 2001 lalu, ia selalu masuk kualifikasi MDRT (Million Dollar Round Table).

Tahun 1999 ia mencapai posisi Top of the Table, sebuah posisi prestisius di antara para anggota MDRT lainnya. Tahun 1998, ia meraih penghargaan sebagai Top Agent of the Year. Dan tahun 2000 dan 2003 ia meraih Top Agent Award versi Dewan Asuransi Indonesia (DAI) kategori Best Senior Productive Producer. Setiap tahun ia berhasil menjual premi rata-rata di atas 500 juta rupiah.

Dengan kepiawaiannya di bidang asuransi yang ditimbanya dari pengalaman, Ida yang kini memimpin Ikatan Agen Asuransi Indonesia (IAAI) telah memiliki lembaga konsultan marketing bernama Ida Kuraeny & Associates yang berkantor di lt.37 Wisma GKBI, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta. Sebuah lembaga yang memberikan pelayanan public speaking bidang asuransi, marketing, customer service, dan management skills. Dengan lembaga itu, Ida ingin supaya ketika orang bicara asuransi, mereka ingat namanya.

Kepada Human Capital usai menjadi motivator speaker di Jakarta beberapa waktu yang lalu, Ida mengungkapkan bahwa keberhasilannya kini tidak terjadi secara instant, melainkan melalui proses panjang yang dibangun setiap hari. Salah satu kuncinya, kata Ida, adalah berpikir positif.

“Berpikir positif sangatlah perlu. Ini akan membantu kita menjadi pribadi yang optimis,” katanya. Ia mencontohkan, jika dulu ia berkutat pada kelemahan dirinya, tentu ia tidak akan meraih sukses seperti sekarang. Sebab, yang dibayangkan setiap hari adalah kekurangannya.

“Padahal, tiap-tiap orang punya potensi yang bisa dikembangkan,” katanya.

Andreas Harefa, motivator trainer yang sangat produktif menulis buku, menegaskan bahwa cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika seseorang memiliki motivasi yang kuat dalam dirinya. Tanpa motivasi apa pun, sulit sekali seseorang dapat menggapai apa yang dicita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, membangun motivasi di dalam diri sendiri bukanlah pekerjaan yang mudah. Bahkan, banyak yang tidak tahu pasti, bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri.

Bagi seorang pekerja, tantangan untuk membangun motivasi menjadi lebih besar lagi lantaran mereka banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya : teman sekerja, atasan, dan aturan perusahaan. James Gwee James dari Academia Education & Training yang berbasis di Singapura mengungkapkan, cara memberikan motivasi kepada karyawan adalah dengan memberikan kebebasan. “Makin seorang karyawan diberi kebebasan, maka ia makin berkembang. Justru jika seseorang yang memiliki motivasi tinggi, kemudian dikontrol ketat justru akan menurunkan motivasinya bekerja,” katanya.

Pengembangan motivasi bagi karyawan, menurut James sangat penting karena di lingkungan kantor ada beberapa orang yang hanya sekadarnya saja bekerja. Karena itu, tugas seorang manajer membimbing dan memberitahu kepada karyawan yang bekerja sekadarnya saja ini. “Seorang konduktor harus berani membuang salah seorang pemain musik yang tidak punya motivasi dan tidak professional. Ini untuk membangun moral kerja karyawan,” katanya.


Manusia hidup tidak bisa sendirian. Anda membutuhkan orang lain untuk melaksanakan apa yang Anda inginkan, secara pribadi maupun profesional. Sebaliknya, orang lain juga butuh Anda di dalam hidupnya. Untuk sukses di segala bidang, termasuk karir, manusia perlu mengembangkan jejaring (network) atau, dalam istilah umum, silaturahmi.

Secara definisi, mengembangkan jejaring, menurut Dianne Darling dalam bukunya Networking for Career Success, adalah seni membangun dan mempertahankan hubungan yang saling menguntungkan. Ada tiga jenis manusia di dunia ini : mereka yang membuat sesuatu terjadi, mereka yang hanya memperhatikan sesuatu terjadi, dan mereka yang selalu khawatir terhadap apa yang terjadi. Anda termasuk tipe yang mana ? Yang terbaik tentu saja mereka yang membuat sesuatu terjadi dan mengetahui orang lain yang bisa membuat segala sesuatu terjadi. Dengan berusaha mengenali orang lain dan membiarkan mereka mengenal Anda, maka Anda memulai siklus jejaring.

Reputasi dan kepercayaan sangat penting dalam jejaring. Reputasi adalah pandangan orang lain terhadap Anda. Ia ditentukan oleh kesan pertama. Reputasi dibangun agar orang lain mengenali Anda – bilamana Anda efektif, bilamana Anda bekerja baik dengan orang lain, bilamana Anda tulus, bilamana Anda menghormati orang lain, dan sebagainya.

Menjadi orang yang handal (reliable) sangat penting untuk tumbuhnya kepercayaan. Anda menghancurkan reputasi Anda jika Anda bertindak tidak konsisten atau tidak bisa diduga.

Berikut beberapa kiat sukses dalam membangun jejaring :

Mulailah dengan cerdas

Kebanyakan orang membangun jejaring ketika membutuhkan sesuatu – sebuah arahan bisnis, karyawan, pekerjaan, mendanai pertumbuhan perusahaan, atau kontribusi terhadap kegiatan amal yang disenangi. Tetapi, bukan begitu seyogyanya dalam membangun jejaring. Sebab, hal semacam itu bersifat siklikal : dimulai dengan hal kecil, memberi dan menerima, dan dibangun atas keberhasilan jejaring Anda. Yang paling penting, bangunlah kepercayaan.

Bagaimana memulainya ? Sebagian besar menyarankan untuk membuat daftar teman-teman, kolega kerja, anggota keluarga, dan berbagai kontak lainnya serta mulai melakukan kontak. Tapi, hal itu harus dibarengi pula dengan mulai berbicara dengan orang-orang yang sama sekali tidak dikenal. Ketika Anda berkomunikasi dengan orang asing dan membuat hubungan, Anda telah menyelesaikan satu langkah kunci di dalam membangun jejaring. Makin sering Anda melakukannya, Anda semakin percaya diri. Cobalah hal yang sama kepada orang lain yang sekadar kenal.

Susunlah rencana di dalam membangun setiap jejaring. Berikut adalah tiga langkah di dalam membuat rencana jejaring :

·         Tetapkan tujuan : Penting untuk mengetahui apa yang ingin diraih

·         Buatlah tujuan dengan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, and Timed)

·         Terbukalah terhadap peluang : Hati-hati, jangan sampai Anda terlalu fokus terhadap tujuan Anda, terlalu kaku dalam perencanaan, karena Anda bisa kehilangan peluang. Bangunlah jejaring dengan strategi maupun secara tidak sengaja.

Kenali lebih jauh

Anda memiliki lebih banyak orang yang telah Anda kenal. Tetapi, pernahkah Anda mengelompokkan mereka secara spesifik, misalnya jejaring alumni, jejaring bisnis, jejaring tetangga, dan seterusnya? Lalu, pernahkah Anda membangun jejaring berdasarkan kesamaan hobi? Galilah informasi tentang jejaring itu lebih jauh. Juga dengan siapa saja Anda merasa nyaman berbicara, dengan dengan siapa saja yang tidak?

Dalam menyusun data jejaring, ada tiga hal yang harus diperhatikan :

1.      Bersikap bijaklah di dalam tiga hal – politik, agama, dan gender. Berhati-hatilah berbicara tentang hal tersebut. Hindarkan upaya mengasingkan orang lain.

2.      Fokus pada kualitas, bukan kuantitas. Setiap orang umumnya mengenali 200-250 orang. Secara otomatis, terlalu jauh untuk mewujudkan jejaring melibatkan 10.000 orang. Sedikit sekali orang yang mampu membangun jejaring sebesar itu secara baik. Tapi, jika Anda fokus pada hubungan yang baik, jejaring 200-250 orang itu lebih dari cukup.

3.      Peliharalah informasi jejaring agar tetap terorganisasi dengan baik dan paling mutakhir

Evaluasi kontak-kontak Anda

Sekarang identifikasi orang-orang dalam jejaring Anda, telaah masing-masing mereka menurut bagaimana mereka bisa membantu dan Anda membantu mereka. Banyak orang dalam hidup kita yang ada hanya karena kita menyukasinya dan tanpa ada agenda spesifik. Yang lain adalah orang yang ingin membantu kita dalam kehidupan profesional maupun personal, dan sebaliknya, kita juga ingin membantu mereka.

Berikut adalah beberapa kriteria penilaian kontak-kontak Anda :

1.      Seberapa mudah orang tersebut dihubungi

2.      Akankah ia akan menelepon balik dengan segera (dalam 48 jam)? Bagaimana perasaan saya dibuatnya? Bersemangat? Loyo? Apakah saya bernilai? Apakah ia memperlakukan saya dengan hormat? Apakah saya nyaman berada di sekitarnya? Apakah yang saya peroleh darinya : umpan balik yang sangat berharga atau kritikan ?

3.      Apakah pengetahuan dan keahliannya berguna untuk saya?

4.      Apakah ia mau menyediakan waktu untuk saya?

5.      Apakah ia mempunyai akses terhadap orang lain yang bisa membantu saya?

6.      Apa yang dapat saya berikan kembali? Adakah seseorang yang bisa saya kenalkan dengannya? Apakah bisa saya ceritakan tentang organisasi atau kegiatan? Apa kompensasi yang diharapkan dari bantuan yang diberikannya? Uang tunai? Pengenalan? Advis? Referensi? Waktu?

Selanjutnya Anda perlu juga menelaah jejaring Anda secara umum :

1.      Siapa saja orang yang memiliki kekuatan membantu Anda melalui jejaring?

2.      Apa yang Anda butuhkan dari orang-orang ini? Apa yang Anda inginkan? Tahukah Anda perbedaannya? Apakah Anda telah menuliskannya?

3.      Apa cara terbaik mendekatinya? Siapa yang bisa mengenalkan Anda dengannya?

4.      Seberapa berharga mereka buat Anda? Apa yang mereka tawarkan?

5.      Seberapa bernilai Anda buat mereka? Apa yang Anda tawarkan?

Secara sederhana, Anda harus menelaah peluang potensial. Di bawah ini adalah tiga cara mengelola orang dalam jejaring Anda, yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan nilai-nilai Anda :

1.      Berpikirlah secara realistis tentang kualitas kontak Anda : Sering sekali kita berpikir perlunya memiliki jejaring yang luas, meskipun hanya kenalan biasa. Fokus kepedulian terhadap hubungan yang strategic dan terbatas pada yang bagus saja lebih baik daripada orang dalam basis data yang besar namun tidak memberikan kontribusi positif.

2.      Lepaskan hubungan satu arah : Kita mengetahui siapa saja orang yang menghubungi kita kapan mereka merasa perlu saja. Terapkan batas toleransi Anda terhadap orang-orang ini dan berapa lama orang ini perlu dipertahankan



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: