ANDI TRINANDA

Beranda » ARTIKEL » Artikel Politik » Urgensi Political Marketing Sri Mulyani Sebagai Calon Presiden 2014 (Telaah Untuk Partai Serikat Rakyat Independen )

Urgensi Political Marketing Sri Mulyani Sebagai Calon Presiden 2014 (Telaah Untuk Partai Serikat Rakyat Independen )

Belum lama ini, Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) resmi berbadan hukum. Legalitias formal partai SRI tertuang kedalam SK Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia M.HH-09.AH.11.01 Tahun 2012 tanggal 27 Maret 2012. Langkah selanjutnya partai politik pengusung Sri Mulyani sebagai capres tersebut tinggal menunggu verifikasi dari KPU. Jika proses tersebut sukses, maka Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) siap meramaikan Pemilihan Umum 2014 mendatang.

Sebagai partai baru, kehadiran Partai Serikat Rakyat Independen diprediksi akan meramaikan jagat perpolitikan tanah air, khususnya terkait dengan persaingan kandidat presiden yang diusung oleh parpol-parpol lain. Sebab peta pertarungan politik  calon presiden 2014 mendatang akan kental diwarnai dengan pertarungan otentitas dan elektabilitas masing-masing Capres.

Dalam konteks ini, yang menarik adalah kompetisi Capres 2014 mendatang, akan berlangsung ditengah era konvergensi dan liberalisasi pengaruh media massa yang telah mengkonstruksi hegemoni politik stigmatisasi, yang faktanya telah membidani penilaian atas sebuah tatanan berdasarkan pembentukan opini publik yang ‘disetting” oleh media massa secara massif.

Konsekwensi dari liberalnya iklim pertumbuhan, peran dan pengaruh media massa, maka keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif (competitive & comparative advantage) masing-masing capres untuk 2014 nanti, menjadi tidak jaminan mutu bagi suksesnya elektabilitas capres tersebut untuk mendulang simpati dan keberpihakan publik.

Yang menjadi jaminan mutu adalah sejauhmana media massa mampu mengkonstruksi eksistensi dan persepsi publik para calon Presiden 2014 untuk menempatkan para konstestan dalam perspektif “selera” media massa tertentu.

Pencalonan Sri Mulyani oleh partai SRI  harus pula melihat kecenderungan kondisi tersebut. Oleh karenanya, sejak awal partai ini sudah seharusnya melakukan langkah dan strategi political marketing yang efektif dengan memanfaatkan peran dan pengaruh media massa tersebut untuk menciptakan segmentasi, target dan positioning strategis bagi Sri Mulyani kedepan.

Segmentasi, target pasar pemilih dan Positioning yang strategis akan terbentuk manakala mesin politik Sri Mulyani mampu memproduksi dan memasarkan produk “Sri Mulyani” dengan baik. Sebab tanpa strategi political marketing yang efektif, elektabilitas dan track record serta legitimasi kompetensi Sri Mulyani yang amat marketable itu akan sia-sia.

Oleh karenanya partai SRI sebagai mesin politik Sri Mulyani harus cepat dan kreatif mengkonstruksi “nilai jual” Sri Mulyani kepada publik, sesuai dengan political life cycle partai tersebut.

Dalam perspektif saya, setumpuk prestasi dan pengakuan dunia internasional terkait kinerja, kompetensi dan kepemimpinan Sri Mulyani adalah produk jadi yang siap dipasarkan kepada publik dan berpotensi merebut hati masyarakat secara signifikan. Tiada jalan lain, partai SRI  harus segera memanfaatkan dan mendayagunakan competitive & comparative advantage Sri Mulyani tersebut untuk kepentingan “kemasan” merebut massa pemilih.

Namun demikian, partai SRI  sebagai mesin politik Sri Mulyani juga harus menyadari bahwa setumpuk prestasi dan pembuktian integritas Sri Mulyani sebagai seorang pemimpin, amat belum cukup kuat menopang hegemoni politik stigmatisasi yang cenderung mendemarkasi, bahkan menenggelamkan segala sisi positif tentang Sri Mulyani.

Dilihat dari usia berdirinya partai SRI , maka secara teoritis partai SRI  sebenarnya masih berada dalam fase awal yakni fase introduction menuju fase growth eksistensi. Difase inilah seharusnya secara intens PSI harus mencipta-kondisikan public understanding dan public knowledge tentang Sri Mulyani kepada publik.

Dalam konteks upaya mencipta-kondisikan public understanding dan public knowledge tersebut, maka sejak awal partai SRI  harus membangun public opinion yang diproduksi oleh stakeholders yang memiliki legitimasi dan potensi untuk memberikan tone positif kepada Sri Mulyani di berbagai media massa.

Dalam kaitan inilah seharusnya ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh  partai SRI :

Pertama, secara empiris stakeholders pendukung Sri Mulyani sudah seharusnya sejak dini melakukan upaya penggiringan persepsi publik melalui panggung media massa terkait fakta-fakta keberhasilan Sri Mulyani mengelola ekonomi nasional maupun internasional, dalam kapasitasnya sebagai menteri maupun sebagai pejabat bank Dunia yang sudah teruji dan diakui keberhasilannya.

Propaganda media yang intens dan terus-menerus, dengan cara membangun paradigma empiris tentang track record dan kinerja Sri Mulyani, secara ideologis akan membangun pemahaman publik (public understanding) dan pengetahuan publik (public knowledge), bahwa sejatinya selama ini Sri Mulyani memang telah berhasil mempengaruhi secara positif kondisi ekonomi Indonesia.

Berbagai indikator baik kuantitatif maupun kualitatif difase ini sudah seharusnya kental mewarnai pergerakan opini publik di media massa yang dilakukan secara massif. Dengan pola ini, secara psikografis, masyarakat akan diajak untuk menyelami bahwa Sri Mulyani adalah satu-satunya oase ditengah pilihan sulit memilih Capres yang sarat akan keunggulan otentitasnya.

Melalui pengaruh pemberitaan opini dimedia yang diproduksi oleh stakeholders pendukung Sri Mulyani ini pula, secara psikografis tuduhan Sri Mulyani terlibat dalam kasus Bank Century (misalnya) akan membentuk dengan sendirinya kontra opini politik stigmatisasi. Yakni  kasus Bank Century yang “melibatkan” Sri Mulyani hanyalah sebagai tuduhan “politik” yang tidak memiliki dasar normatif mencederai kepercayaan rakyat terhadap kepemimpinan Sri Mulyani sebagai Presiden 2014. Termasuk tuduhan Sri Mulyani sebagai antek asing yang menancapkan pengaruhnya melalui kapasitas dan posisinya sebagai pejabat negara.

Kedua, Secara sosiologis dengan terdistribusinya berbagai informasi mengenai Sri Mulyani yang diproduksi oleh stakeholders pendukung Sri Mulyani, maka masyarakat kerap akan terus mendiskusikan dan menakar Sri Mulyani dalam berbagai perspektif. Apabila kondisi ini terkelola secara positif, maka secara sosiologis, eksistensi Sri Mulyani dengan sendirinya akan membentuk image positif di mata masyarakat, setidaknya minimal masyarakat sudah teramat baik merekam jejak Sri Mulyani yang tidak hanya melekat dalam kasus Century sebagai salah satu kasus yang menjadi kerikil dalam sepatu Sri Mulyani sebagai calon Presiden 2014,

Ketiga, difase public understanding dan public knowledge ini, secara argumentatif stakeholders pendukung Sri Mulyani juga sudah seharusnya berani keluar tampil dan mengajak publik untuk menakar sejauhmana keterlibatan Sri Mulyani secara yuridis atau secara hukum terlibat dalam kasus bank Century.

Apabila ketiga hal tersebut diatas dijalankan secara memadai dan maksimal, maka setidaknya membuktikan bahwa political life cycle telah menjadi mature di tubuh Partai Serikat Independen. Kesiapan maturity partai SRI  itulah yang kemudian akan menjadi salah satu elemen penting kelayakan dan kewajiban Sri Mulyani untuk kembali ke Indonesia ditahun 2013, untuk selanjutnya membangun public confidence dan public support.

Sri Mulyani sudah tidak lagi memikirkan agenda untuk mencounter opini tentang berbagai tuduhan lawan politiknya sebagai pejabat yang neo liberal, antek asing dan terlibat dalam kasus Bank Century. Sebab semua problem dan ganjalan elektabilitas Sri Mulyani tersebut, sudah terkelola dan tertangani dengan baik. Sebab publik sudah memahami dan memiliki pengetahuan yang memadai tentang berbagai hal mengenai Sri Mulyani – termasuk berbagai tuduhan politik dan tuduhan kasusnya di bank Centruy.

Selanjutnya Sri Mulyani cukup fokus bagaimana mengkonstruksi dan mentransformasi gagasan dan pemikiran politiknya tentang masa depan Indonesia apabila ia menjadi Presiden 2014. Sementara tugas-tugas counter opini sudah bukan menjadi domain Sri Mulyani. Tugas-tugas itu secara layak disematkan secara otomatis oleh partai SRI  dan stakeholders diluar partai SRI  yang sudah mulai menerima dan terpengaruh secara positif hasil media campaign dalam rangka pembentukan public understanding & public knowledge tadi.

Pada akhirnya, strategi cipta kondisi dan agenda setting media dalam rangka political marketing Partai Serikat Indepen yang mengusung Sri Mulyani sebagai kandidat presiden 2014 mendatang dapat memberikan nilai guna informasi yang efektif bagi para pemilih, terutama  pemilih rasional dan massa pemilih mengambang yang kecewa terhadap perilaku partai politik yang korup dan kecewa terhadap gaya serta pola kepemimpinan nasional selama ini.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: