ANDI TRINANDA

Beranda » ARTIKEL » Pemberian nama KRI Usman Harun adalah Hak TNI AL

Pemberian nama KRI Usman Harun adalah Hak TNI AL

081b3-nakhoda-ragam-5TNI AL menamakan sebuah kapal perang TNI AL (KRI) dengan nama Usman Harun. Pemerintah Singapura keberatan, sebab keduanya adalah orang yang dianggap teroris oleh Singapura, sementara di Tanah Air, Usman dan Harun adalah pahlawan bangsa. Sikap Indonesia tegas, Singapura tidak memiliki hak untuk mencapuri urusan angkatan perang Indonesia.

Ketegasan sikap pemerintah Indonesia sangat jelas karena  Usman Janatin bin H. Ali Hasan dan Harun Tohir bin Said  merupakan nama dua prajurit

Korps Komando Operasi (KKO) pada periode 1960-an, atau yang disebut Marinir AL sekarang ini. Keduanya merupakan pahlawan yang diberi gelar pahlawan nasional setelah dihukum mati oleh Pemerintah Singapura lantaran diduga melakukan aksi sabotase berupa peledakan bom di Hotel MacDonald House pada dini hari 8 Maret 1965. Penamaan KRI dengan nama pahlawan ini perlu di ketahui, dipahami dan dimaknai secara positif-empiris oleh rakyat Indonesia sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa. Disamoping itu Sebagai pahlawan nasional, pemberian nama KRI merupakan penghargaan kepada keduanya sekaligus untuk mengingatkan kepada generasi penerus bangsa tentang adanya dua prajurit Indonesia yang gugur di medan perang seperti pahlawan-pahlawan lainnnya.

Penamaan KRI Usman Harun oleh TNI AL ini didukung sepenuhnya oleh Pemerintah RI dan dan rakyat Indonesia sebagai hak dan bentuk kedaulatan sebagai negara. Dukungan tersebut dikarenakan TNI AL memiliki tradisi sejarah tersendiri dalam menamai kapal perangnya dengan nama pahlawan nasional.

Dalam perspektif sosiologis-politik, alasan TNI AL ini adalah untuk tujuan menjustifikasi dukungan sebuah negara. Dalam konteks ini maka negara mempunyai hak dan caranya sendiri untuk menganggap prajuritnya yang meninggal secara heroik atas nama negara disebut sebagai pahlawan. Sebab para prajurit dalam melakukan penyerangan dan aksinya, tidak bertindak atas nama sendiri atau kelompok, melainkan membawa nama negaranya.

Ketika para prajurit tersebut gugur di medan pertempuran atau dikenai hukuman sebagai tawanan perang, termasuk hukuman mati, maka hak dari negara si prajurit untuk menentukan apakah ia disebut pahlawan atau tidak. Negara punya hak yang di jamin konstitusi untuk melegitimasi dan memberikan apresiasi atas jasa-jasa pahlawannya.

Keputusan pemerintah RI menamakan KRI Hasan Harun juga tidak bertentangan dengan hukum internasional. Bahkan sebaliknya, justru reaksi pemerintah Singapura yang mengintervensi penamaan KRI Hasan Harun bertentangan dengan prinsip non-intervensi yang termaktub dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Piagam ASEAN. Prinsip non-intervensi dijamin oleh Piagam PBB. Prinsip itu menyebutkan soal tidak adanya campur tangan negara lain dalam urusan domestik suatu negara yang berdaulat.

Salah satu prinsip non-intervensi di piagam PBB tersebut terkait identitas (dalam bentuk nama sebuah obyek, tempat/ bangunan/ jalan dan lain sebagainya yang dipahami sebagai legitimasi atau pengakuan kedaulatan sebuah negara.  Dengan kata lain, secara yuridis tidak ada yang dilanggar dalam pemberian nama KRI Usman Harun. Ancaman pemerintah Singapura yang melarang KRI Usman Harun melewati perairan Singapura sejatinya dimaknai sebagai diplomasi dan alasan yang salah. Karena memang dalam aturan Internasional, tidak diperkenankan Kapal Perang manapun masuk ke wilayah territorial suatu negara tanpa sijin negara bersangkutan. Kapal Perang bisa masuk ke wilayah hukum suatu negara apabila ada misi khusus tertentu atas kesepakatan atau perjanjian dalam menjalankan suatu operasi bersama.

Selain itu, penamaan KRI Hasan Harun merupakan hak pemerintah Indonesia. Penamaan tersebut secara filosofis layak disematkan sebagai bagian penting dari upaya menumbuhkan spirit de corps dan jiwa korsa prajurit TNI dan nilai-nilai edukasi bagi generasi penerus dalam meneladani semangat dan jiwa patriotisme karena tercatat sebagai sejarah dalam perjuangan bangsa.


1 Komentar

  1. batak medan mengatakan:

    ganyang aja tuh singapore kalau banyak protes, bila perlu kita kirim 2 org lg tuk membombardirkan singapore

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: